Home » Bibit Nila » Nila Sultana
Nabila Farm menyediakan benih Nila Sultana (Seleksi Unggul Salabintana) untuk kebutuhan budidaya, dengan pilihan ukuran mulai dari larva hingga 5–7 cm. Harga mulai Rp12 per ekor, benih dikemas menggunakan oksigen untuk membantu menjaga kondisi selama pengiriman, dan melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. Cocok untuk kebutuhan pendederan maupun pembesaran.
Harga di bawah berlaku untuk pembelian per box. Semakin kecil ukuran benih Nila Sultana , semakin banyak isi per box dan semakin murah harga per ekornya. Belum termasuk ongkos kirim.
| Ukuran | Isi per Box | Harga per Ekor | Estimasi per Box | Cocok untuk | Pesan |
|---|---|---|---|---|---|
| Larva | 50.000 ekor | Rp 12 | Rp 600.000 | Pendederan skala besar, pembenih | 💬 Pesan |
| 1–2 cm | 15.000 ekor | Rp 20 | Rp 300.000 | Pendederan lanjutan | 💬 Pesan |
| 2–3 cm | 7.000 ekor | Rp 35 | Rp 245.000 | Kolam terpal, awal pembesaran | 💬 Pesan |
| 3–5 cm | 5.000 ekor | Rp 55 | Rp 275.000 | Pembesaran umum, paling banyak dipesan | 💬 Pesan |
| 4–6 cm | 4.000 ekor | Rp 70 | Rp 280.000 | Pembesaran cepat, risiko kematian lebih rendah | 💬 Pesan |
| 5–7 cm | 3.000 ekor | Rp 95 | Rp 285.000 | Kolam tanah, keramba, tebar langsung | 💬 Pesan |
Belum yakin ukuran mana yang paling pas? Sebutkan ukuran kolam dan target panen Anda, tim kami bantu hitungkan kebutuhan benih Nila Sultana.
Setiap box benih Nila Sultana yang kami kirim sudah melewati sortir dengan ember grading. Tujuannya satu: isi satu box seragam ukurannya.
Ini bukan soal rapi-rapian. Benih nila yang ukurannya timpang di kolam yang sama akan berebut pakan, dan yang lebih besar cenderung menekan pertumbuhan yang lebih kecil. Hasilnya panen tidak serempak dan bobot rata-rata turun.
| Tingkatan (SNI) | Panjang | Umur sejak telur menetas |
|---|---|---|
| Larva | 0,6–0,7 cm | Sampai 7 hari |
| Kebul | 1–3 cm | Sampai 20 hari |
| Gabar | 3–5 cm | Sampai 40 hari |
| Belo | 5–8 cm | Sampai 70 hari |
| Sangkal | 8–12 cm | 80–100 hari |
| Ukuran | Padanan SNI | Perkiraan Bobot | Perkiraan Ekor/kg | Isi per Box | Harga/Ekor | Estimasi per Box |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Larva | Larva / Post-larva | ± 0,02 g | — | 50.000 ekor | Rp 12 | Rp 600.000 |
| 1–2 cm | Kebul Awal | 0,05–0,15 g | ± 10.000 | 15.000 ekor | Rp 20 | Rp 300.000 |
| 2–3 cm | Kebul | 0,2–0,5 g | ± 2.500–5.000 | 7.000 ekor | Rp 35 | Rp 245.000 |
| 3–5 cm | Gabar | 0,5–2 g | ± 800–2.000 | 5.000 ekor | Rp 55 | Rp 275.000 |
| 4–6 cm | Gabar–Belo | 1–4 g | ± 250–1.000 | 4.000 ekor | Rp 70 | Rp 280.000 |
| 5–7 cm | Belo | 2–6 g | ± 170–500 | 3.000 ekor | Rp 95 | Rp 285.000 |
**Bobot di atas adalah kisaran umum. Bobot sebenarnya dipengaruhi strain, pakan, dan umur saat panen benih.
Nila Sultana merupakan salah satu varietas unggul ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dikembangkan di Indonesia. Nama Sultana merupakan singkatan dari Seleksi Unggul Salabintana, merujuk pada kawasan Salabintana, Sukabumi, tempat varietas ini dikembangkan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.
Pengembangan Nila Sultana dimulai sejak tahun 2001 melalui kegiatan seleksi dan pemuliaan. Setelah melalui proses pengembangan selama kurang lebih satu dekade, Nila Sultana secara resmi dilepas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.28/MEN/2012 tentang Pelepasan Ikan Nila Sultana. Keputusan tersebut ditetapkan pada tahun 2012 dan masih tercatat berstatus berlaku dalam JDIH KKP.
Menurut informasi yang dipublikasikan mengenai pengembangannya, Sultana berasal dari program pemuliaan yang melibatkan sejumlah strain ikan nila unggul. Salah satu publikasi akademik menyebut bahan pemuliaannya antara lain GIFT, JICA, Gesit, nila putih, dan beberapa strain unggul lainnya. Proses tersebut diarahkan untuk mendapatkan ikan dengan karakter pertumbuhan dan kemampuan budidaya yang lebih baik.
Salah satu karakter yang banyak dikaitkan dengan Nila Sultana adalah performa pertumbuhannya. Beberapa sumber mengenai pengembangan varietas ini melaporkan bahwa Sultana mempunyai pertumbuhan yang relatif cepat serta karakter reproduksi yang baik. Kajian strain ikan nila di Indonesia juga mencatat Sultana sebagai strain hasil seleksi dengan karakter pertumbuhan yang tinggi dan ketahanan terhadap Streptococcus agalactiae pada tingkat moderat.
Informasi dari BBPBAT Sukabumi yang diberitakan ANTARA ketika Sultana diperkenalkan juga menyebut beberapa keunggulan yang menjadi dasar pengembangannya, yaitu daya tahan tubuh yang baik, jumlah telur yang lebih banyak, dan pertumbuhan yang cukup cepat.
Meski demikian, keunggulan strain tidak berarti hasil budidayanya akan selalu sama di setiap kolam. Pertumbuhan ikan tetap sangat dipengaruhi oleh kualitas benih, pakan, kepadatan tebar, kualitas air, suhu, serta pengelolaan kolam. Karena itu, kemampuan genetik suatu strain sebaiknya dilihat sebagai potensi yang perlu didukung dengan teknik budidaya yang tepat.
Salah satu hal yang membuat Sultana menarik adalah adanya penelitian mengenai kemampuannya beradaptasi pada perairan bersalinitas. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Kelautan Tropis pada 2024 secara khusus menguji benih Nila Sultana dengan metode peningkatan salinitas secara bertahap hingga 30‰. Peneliti mencatat bahwa Sultana merupakan strain yang dapat hidup pada salinitas tinggi dan menekankan pentingnya proses adaptasi benih sebelum digunakan pada lingkungan bersalinitas.
Dalam penelitian tersebut, perlakuan peningkatan salinitas secara bertahap menghasilkan perbedaan pada pertumbuhan, sementara tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda secara signifikan antarperlakuan. Perlakuan dengan peningkatan salinitas 1‰ per hari menghasilkan bobot mutlak 10,53 ± 0,64 gram, laju pertumbuhan spesifik 4,56 ± 0,15% per hari, dan tingkat kelangsungan hidup 100% pada kondisi penelitian tersebut.
Data tersebut menarik bagi pembudidaya tambak atau daerah pesisir. Namun, penting untuk dipahami bahwa Nila Sultana tidak berarti dapat langsung ditebar ke air payau tanpa adaptasi. Perubahan salinitas perlu dilakukan secara bertahap dan kondisi air harus tetap dikendalikan. Penelitian tersebut juga menguji kondisi dengan metode, ukuran ikan, pakan, dan kepadatan tertentu sehingga hasilnya tidak dapat dijadikan jaminan untuk semua sistem budidaya.
Dengan karakter pemuliaannya, benih Nila Sultana dapat menjadi pilihan bagi pembudidaya yang membutuhkan strain nila untuk kegiatan pendederan maupun pembesaran. Untuk budidaya air tawar, benih dapat dipelihara seperti ikan nila pada umumnya dengan memperhatikan kualitas air, pakan, kepadatan, dan kondisi kolam.
Sementara bagi pembudidaya di wilayah pesisir, karakter toleransi terhadap salinitas menjadi nilai tambah yang menarik. Penggunaan pada air bersalinitas tetap membutuhkan proses aklimatisasi yang tepat agar benih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Pemilihan ukuran benih juga perlu disesuaikan dengan sistem budidaya. Benih ukuran larva atau kecil dapat digunakan untuk pendederan terlebih dahulu, sedangkan benih berukuran lebih besar dapat dipilih untuk melanjutkan pembesaran.
Nabila Farm menyediakan benih Nila Sultana dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari larva hingga ukuran 5–7 cm. Pilihan ukuran ini memudahkan pembudidaya menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan pendederan maupun pembesaran.
Harga benih mulai dari Rp12 per ekor untuk ukuran larva hingga Rp95 per ekor untuk ukuran 5–7 cm. Harga dapat berbeda berdasarkan ukuran dan jumlah pemesanan.
Untuk membantu menjaga kondisi benih selama proses pengiriman, benih dikemas menggunakan plastik dengan oksigen. Nabila Farm melayani pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia, sehingga pembudidaya dari luar daerah dapat memesan tanpa harus mengambil benih secara langsung.
Untuk pembelian dalam jumlah besar, calon pembeli sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu mengenai stok, ukuran, harga terbaru, jumlah benih, dan tujuan pengiriman. Informasi tersebut penting agar kebutuhan benih dapat disiapkan sesuai rencana budidaya.
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Jenis ikan | Nila Sultana |
| Nama kepanjangan | Seleksi Unggul Salabintana |
| Nama ilmiah | Oreochromis niloticus |
| Pengembang | BBPBAT Sukabumi |
| Mulai dikembangkan | 2001 |
| Status | Varietas yang resmi dilepas |
| Dasar pelepasan | KEP.28/MEN/2012 |
| Karakter utama | Pertumbuhan dan adaptasi lingkungan |
| Toleransi salinitas | Dapat dikembangkan pada salinitas tinggi dengan adaptasi |
| Pilihan ukuran | Larva hingga 5–7 cm |
| Kondisi benih | Benih sehat dan aktif |
| Kemasan | Plastik dengan oksigen |
| Pengiriman | Berbagai wilayah Indonesia |
| Harga mulai | Rp12/ekor |
| Harga ukuran 5–7 cm | Rp95/ekor |
| Ketersediaan | Menyesuaikan stok dan ukuran |

Varietas nila unggul dengan pertumbuhan baik dan cocok untuk pembesaran di berbagai sistem kolam.

Nila berwarna hitam dengan pertumbuhan baik, cocok untuk pembesaran ikan konsumsi.

Varietas nila dengan karakter dominan jantan, cocok untuk pembesaran dengan populasi lebih seragam.

Pilihan bibit nila untuk pembesaran dengan karakter yang cocok untuk budidaya air tawar.

Varietas nila dengan bentuk tubuh tebal dan pertumbuhan baik untuk budidaya pembesaran.

Nila merah unggulan dari Janti yang cocok untuk pembesaran dan pasar ikan konsumsi.

Nila merah dengan warna menarik, cocok untuk pembesaran dan kebutuhan pasar konsumsi.

Bibit nila dominan jantan yang cocok untuk pembesaran dengan populasi lebih terarah.

Varietas nila unggul dengan pertumbuhan baik dan cocok untuk pembesaran ikan konsumsi.

Pilihan varietas nila untuk pembudidaya yang membutuhkan bibit untuk usaha pembesaran.

Varietas nila yang cocok untuk budidaya di perairan dengan salinitas tertentu, termasuk wilayah pesisir.

Varietas nila unggul dengan pertumbuhan baik dan cocok untuk pembesaran ikan konsumsi.
Dengan memilih benih Nila Sultana dari kami, Anda tidak hanya mendapatkan ikan nila yang sehat dan kuat, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari tim kami yang berpengalaman.
Nabila Farm menggunakan metode packing khusus untuk membantu menjaga bibit Nila Sultana tetap sehat selama perjalanan. Bibit dikemas menggunakan kantong plastik berisi air dan oksigen, kemudian dimasukkan ke dalam box stereofoam sebelum diserahkan kepada ekspedisi untuk dikirim menuju bandara tujuan.
1. Bibit Dipersiapkan
Bibit ikan nila dipilih dan dipersiapkan sesuai ukuran serta jumlah pesanan sebelum proses packing.
2. Packing dengan Oksigen
Bibit dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diisi air dan oksigen. Penggunaan oksigen membantu menyediakan kebutuhan udara selama perjalanan.
3. Dimasukkan ke Box Stereofoam
Kantong bibit kemudian ditempatkan di dalam box stereofoam untuk membantu melindungi ikan selama proses pengiriman dan penanganan barang.
4. Diangkut ke Bandara
Setelah packing selesai, bibit diserahkan kepada ekspedisi untuk dibawa menuju bandara dan diproses sebagai pengiriman kargo.
5. Dikirim melalui Pesawat
Bibit kemudian diterbangkan menuju bandara tujuan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia.ai.
Garansi sampai bandara tujuan dalam kondisi sehat & hidup. Untuk lokasi yang jauh dari bandara, disarankan melakukan pengisian ulang oksigen sebelum perjalanan dilanjutkan ke kolam.




Kami menyediakan berbagai jenis bibit ikan nila unggul seperti Nila Merah, Nila Hitam, Nila Nirwana, dan varietas berkualitas lainnya. Setiap bibit dipilih secara selektif agar memiliki pertumbuhan cepat, daya tahan tinggi, serta mampu menghasilkan panen yang optimal untuk kebutuhan budidaya skala kecil maupun besar.
Setiap bibit ikan nila berasal dari indukan pilihan dan melalui proses pembenihan yang terstandarisasi. Bibit dipelihara dengan pakan berkualitas, kualitas air yang terjaga, serta pengawasan rutin sehingga tumbuh sehat, aktif, seragam, dan siap dibudidayakan di berbagai kondisi perairan.
Kami memastikan setiap bibit ikan nila yang dikirim dalam kondisi sehat, aktif, dan sesuai standar kualitas. Melalui proses sortir dan pengecekan sebelum pengiriman, kami memberikan jaminan kualitas agar bibit tiba dengan kondisi prima dan siap dibesarkan di kolam Anda.
Bibit ikan nila dikemas menggunakan metode pengiriman yang aman untuk menjaga kualitas selama perjalanan. Didukung jasa ekspedisi berpengalaman dan proses packing yang sesuai standar, bibit dapat dikirim ke berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi tetap sehat dan siap ditebar.
Padat tebar ikan nila bergantung pada jenis kolam dan sistem aerasi. Sebagai patokan aman untuk pemula, gunakan 60–80 ekor per meter persegi di kolam terpal, 10–20 ekor per meter persegi di kolam tanah, dan 200–300 ekor per meter kubik untuk sistem bioflok.
Angka ini bukan harga mati. Semakin baik aerasi dan pergantian air, semakin padat kolam bisa diisi. Sebaliknya, kolam tanpa aerator sebaiknya diisi lebih longgar dari angka di atas.
| Jenis Kolam | Padat Tebar Aman | Padat Tebar Maksimal | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kolam Terpal | 60–80 ekor / m² | 100 ekor / m² | Wajib menggunakan aerator jika padat tebar melebihi 80 ekor/m². |
| Kolam Tanah | 10–20 ekor / m² | 25 ekor / m² | Pakan alami membantu pertumbuhan, namun kualitas air perlu dipantau lebih rutin. |
| Bioflok | 200–300 ekor / m³ | 400 ekor / m³ | Membutuhkan aerasi 24 jam serta manajemen flok yang konsisten. |
| Keramba Jaring Apung | 50–100 ekor / m³ | 150 ekor / m³ | Kapasitas dipengaruhi arus, kedalaman, dan kualitas perairan. |
| Drum atau Tandon | 1 ekor / 5–10 liter | 1 ekor / 5 liter | Cocok untuk budidaya skala rumahan, pembelajaran, atau uji coba. |
Kolam terpal ukuran 4 × 5 meter berarti luas 20 m². Dengan padat tebar aman 70 ekor per m², kebutuhan bibitnya sekitar 1.400 ekor.
Untuk ukuran 3–5 cm, satu box berisi 5.000 ekor. Jadi satu box cukup untuk sekitar tiga kolam seukuran itu.
Punya ukuran kolam berbeda? Sebutkan panjang, lebar, dan kedalamannya. Tim kami hitungkan kebutuhan bibit dan estimasi panennya.
Bibit yang baru turun dari perjalanan sedang dalam kondisi stres. Suhu dan pH air di dalam kantong berbeda dengan air kolam Anda. Kalau langsung dituang, bibit bisa kaget dan mati dalam hitungan jam.
Ikuti lima langkah berikut. Total sekitar 30 menit.
Kalau ada bibit yang terlihat lemah setelah tebar, hubungi kami. Kami bantu telusuri penyebabnya bersama Anda.
Mulai Rp 12 per ekor untuk larva sampai Rp 95 per ekor untuk ukuran 5–7 cm. Harga per ekor turun kalau Anda mengambil ukuran lebih kecil, karena isi per box lebih banyak. Daftar lengkapnya ada di tabel harga di atas.
Pemesanan dihitung per box. Isi per box berbeda tergantung ukuran bibit, mulai 3.000 ekor untuk ukuran 5–7 cm sampai 50.000 ekor untuk larva. Untuk kebutuhan di bawah satu box, silakan tanyakan dulu ketersediaannya.
Bisa. Kami mengirim ke seluruh Indonesia lewat kargo udara untuk tujuan luar Jawa. Kami sudah melayani lebih dari 55 kabupaten dan kota. Sebutkan lokasi Anda, kami cek jadwal dan estimasi waktu tempuhnya.
Kami menggaransi bibit ikan tiba di bandara tujuan dalam kondisi hidup dan sehat. Untuk pengiriman luar pulau, garansi berlaku hingga bandara tujuan (port to port). Jika lokasi tujuan jauh dari bandara, disarankan melakukan pengisian ulang oksigen sebelum pengiriman dilanjutkan.
Ukuran 3–5 cm. Bibit sudah cukup kuat untuk perjalanan dan tebar, tapi harganya belum tinggi. Kalau kolam Anda belum berpengalaman menahan bibit kecil, ukuran ini pilihan paling aman.
Dari ukuran 3–5 cm, umumnya 4–6 bulan sampai bobot konsumsi 300–500 gram per ekor. Waktunya bisa lebih cepat kalau kualitas pakan bagus dan padat tebar tidak berlebihan.
Nila merah punya nilai jual lebih tinggi dan banyak dicari restoran. Nila hitam umumnya lebih tahan dan lebih cepat tumbuh. Pilih berdasarkan pasar Anda, bukan berdasarkan warna yang lebih disukai.
Bibit disortir dan diperiksa kondisinya sebelum dikirim. Yang masuk box hanya bibit yang sehat, aktif, dan seragam ukurannya. Setelah tiba, lakukan aklimatisasi sesuai panduan di atas supaya bibit menyesuaikan diri dengan air kolam Anda.
Bisa. Nila boleh digabung dengan lele, gurame, patin, bawal, atau ikan mas dalam satu pengiriman, selama tiap jenis dikemas terpisah. Ini juga menghemat ongkir.
Hubungi kami lewat WhatsApp. Sebutkan jenis dan ukuran bibit, jumlah kebutuhan, dan lokasi pengiriman. Kami cek stok, hitung ongkir, lalu jadwalkan pengiriman.
Konsultasi Sekarang